Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan mobil di awal tahun ini jeblok. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel atau dari diler ke end user mobil bulan Februari di Februari 2024 jatuh 10,3% yakni dari 70.921 unit menjadi 78.358 unit. Ternyata Bos Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy sudah memprediksinya.

“Sejak awal tahun kami sudah memprediksi akan adanya penurunan penjualan dari Januari ke Februari karena adanya Pemilu, dan saat ini kami terus memonitor berbagai kondisi yang berdampak terhadap pasar untuk terus menyesuaikan strategi dengan kebutuhan pasar dan terus memaksimalkan potensi penjualan mobil Honda dengan berbagai macam program penjualan yang meringankan konsumen,” kata Yusak kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/03/2024).

Penurunan penjualan ini merata di semua pabrikan otomotif, termasuk Honda. Billy pun mengakui penjualan Honda di awal tahun ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dan secara tren awal tahun memang mengalami penurunan penjualan.

“Ditambah lagi dengan kondisi pasar yang banyak dipengaruhi oleh ketidakpastian politik seperti Pemilu, dimana sebagian konsumen lebih banyak pertimbangan dan melihat perkembangan kondisi nasional sebelum melakukan pembelian mobil. Sehingga sejak awal tahun ini kami memang sudah memprediksi dan melakukan penyesuaian target,” kata Billy.

“Namun beberapa produk Honda, antara lain Honda CR-V Brio, HR-V dan WR-V masih menunjukkan tren penjualan yang positif,” lanjutnya.

Pemilu memang menjadi penyumbang dropnya penjualan mobil. Penjualan mobil nasional secara wholesales anjlok 22,6% secara tahunan dari 181.329 unit di Januari-Februari 2023 menjadi 140.273 unit di Januari-Februari tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti secara khusus tren penjualan mobil dan motor yang anjlok drastis pada akhir Februari 2024. Meskipun ia meyakini tingkat konsumsi masyarakat masih sangat baik.

Ia mengatakan, penjualan mobil telah terkontraksi delapan bulan berturut-turut hingga akhir Februari penjualannya minus 18,8% secara tahunan atau year on year. Sementara itu, penjalan sepeda motor telah terkontraksi selama enam bulan berturut-turut hingga ke level minus 2,9%.

Pelaku otomotif menilai penurunan penjualan itu merupakan output dari berbagai indikator yang kompleks. Sayangnya, berbagai faktor minus itu menjadi satu sehingga membuat penjualan mobil langsung jatuh.

“Pertumbuhan ekonomi yang melambat, kurs rupiah yang agak melemah, suku bunga yang mulai pelan-pelan naik, prosedur leasing yang agak melambat (proses ketat),” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Jongkie D. Sugiarto, Rabu (27/3/2024).

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Loyo, Penjualan Mobil Oktober Jadi Terendah Ketiga


(hoi/hoi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *