Jakarta, CNBC Indonesia – Inflasi Maret 2024 tercatat sebesar 0,52% secara bulanan (month to month/mtm) pada Senin (1/4/2024). Inflasi Ramadan kali ini relatif lebih tinggi dari inflasi tahun 2023 yang mencapai 0,18%.

Namun, inflasi Ramadan 2024 kali ini lebih rendah jika dibandingkan tahun 2022 yang melesat hingga 0,93%.

“Adapun yang dominan memberikan andil adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras rawit, bawang putih dan bawang merah,” kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (1/4/2024).

Amalia mengungkapkan inflasi Ramadan kali ini sedikit berbeda dari inflasi sebelumnya. Pada Ramadan-Lebaran 2022 dan 2023, kelompok yang biasanya paling dominan memberikan sumbangan inflasi pada momen Ramadan-Lebaran adalah biasanya makanan, minuman dan tembakau serta transportasi.


Namun, berbeda pada kondisiĀ itu pada Ramadan tahun ini kelompok pengeluaran yang memberikan andil selain makanan, minuman dan tembakau yang terbesar kedua adalah peralatan pribadi andil 0,04%.

“Sementara itu kelompok transportasi andil inflasi lebih rendah 0,01% pada bulan Maret 2024,” ungkapnya.

Hal ini, kata Amalia, didorong oleh tarif angkutan udara yang pada Ramadan tahun ini mengalami deflasi 0,97%. Jika dirinci terdapat 20 provinsi yang mengalami deflasi tarif udara dan 17 provinsi yang mengalami inflasi tarif angkutan udara dan 1 provinsi mengalami stagnasi inflasi angkutan udara.




BPS: Inflasi RI Di Maret 2024 Naik Menjadi 3,05% (yoy) (CNBC Indonesia TV)Foto: BPS: Inflasi RI Di Maret 2024 Naik Menjadi 3,05% (yoy) (CNBC Indonesia TV)
BPS: Inflasi RI Di Maret 2024 Naik Menjadi 3,05% (yoy) (CNBC Indonesia TV)

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: BPS: Ekonomi RI Tumbuh 4,94% (yoy) di Q3-2023


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *