Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) Ahmad Dani Virsal mengatakan bahwa Indonesia kini merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia.

Bahkan, timah RI ini dinilai lebih berkualitas dibandingkan timah yang diproduksi negara lain.

Ahmad Dani mengatakan, dengan besarnya produksi nikel RI ini, maka ini seharusnya menjadi nilai tawar tinggi bagi RI di pasar timah dunia.

“Bukan hanya secara kita negara no.2 produksi dan menjual hari ini tapi kita lebih bagus kualitasnya ketimbang sumber dari negara yang lain,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (02/04/2024).

Dia mengakui, bila tata kelola timah nasional diperbaiki, baik di hulu hingga pemasaran, maka posisi Indonesia di pasar timah dunia juga akan disegani.

“Kita sangat mendukung upaya Kejaksaan atau penegak hukum dalam rangka perbaikan tata kelola timah nasional, di samping kita memiliki kemampuan dan kesempatan asal tata kelola dilakukan dengan baik di hulu maupun di pemasaran, sehingga kita punya nilai tawar dan market share yang disegani di dunia saat ini,” jelasnya.

Dalam Booklet Timah yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat bahwa Indonesia memiliki cadangan timah nomor 2 di dunia. Artinya, Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan baku timah.

Cadangan timah dunia mencapai 4.741.000 ton logam timah, 23% penyumbang cadangan itu dari Indonesia atau mencapai 800.000 ton. Di mana China mencapai 23%, Brasil 15% dan Australia 8%. Sementara itu gabungan dari negara lainnya menembus 37%.

Saat ini, cadangan logam timah Indonesia sebagian besar terdapat di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 91%. Selebihnya berada di wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Selain cadangan, produksi timah Indonesia juga nomor ke-2 di dunia. Tercatat pada tahun 2019 produksi timah Dunia menembus 353.554 ton. Dengan catatan produksi China paling tertinggi atau mencapai 166.600 ton, kemudian Indonesia 78.189 ton, lalu Malaysia 24.138 ton kemudian Peru 19.488 ton. Sementara negara lainnya menyumbang 64.959 ton.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Daerah di Sumatera Ini Disebut Bak Kota Mati, Kenapa?


(wia)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *