Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, memastikan bakal menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional serta stabilitas harga. Hal tersebut menyusul adanya konflik antara Iran dan Israel yang telah berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah telah mendorong kenaikan beberapa komoditas, termasuk minyak. Serangan balik dilakukan Iran kepada Israel pada Sabtu (13/4/2024) mendorong harga minyak mentah jenis Brent berjangka diperdagangkan di atas US$90 setelah ditutup 1,1% lebih tinggi pada Rabu (10/4/2024), sementara harga West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$86.

Berdasarkan data CNBC Indonesia Research, sepanjang tahun 2024, harga minyak Brent telah mencatatkan kenaikan sebesar 18,02% dan minyak WTI melesat 16,07%.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan, ketegangan geopolitik dan pengurangan pasokan OPEC+ telah mengerek harga minyak dunia tahun ini naik hampir 18%.

Meski begitu, di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia, Pertamina Patra Niaga akan terus menjaga pasokan BBM nasional dan stabilitas harga.

“Kecenderungan harga minyak mentah naik, namun kami tetap memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman. Kami juga komitmen menjaga harga BBM domestik tetap stabil agar tidak berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat,” ujar Riva dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (16/4/2024).

Riva membeberkan Pertamina mengambil kebijakan mempertahankan harga walaupun biaya produksi BBM meningkat seiring kenaikan harga minyak dunia.

“Sebagai perusahaan negara, kami mendukung upaya Pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif,” imbuh Riva.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok BBM nasional aman selama masa Satgas RAFI. Pasokan tersedia jauh lebih tinggi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Saat ini, stok Pertalite tercatat di level 20 hari, Pertamax 41 hari, Turbo 58 hari, Solar dan Biosolar 22 hari, Dex 70 hari serta Avtur 41 hari.

“Penambahan stok selama masa Satgas RAFI telah disiapkan sejak Satgas Natal dan Tahun Baru untuk memastikan kebutuhan nasional terpenuhi dengan baik,” ujar Riva.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Iran Respons Jenderal Tewas Dibom Israel, Janji Balas Dendam


(ven/wia)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *